Sabtu, 26 November 2011

HATI DAN PERASAAN

Artikel

Artikel »  dunia wanita » Menjaga Suasana Hati Tetap Positif

Afriandi


Suasan Hati Disaat Bahagia
Hati itu jujur, hati tidak pernah bohong. Ikutilah kata hati jika kalau memang itu yang terbaik dari pilihan yang ada. Mengikuti kata hati tak selamanya tersesuai dengan suasana hati orang-orang yang ada disekitaran kita. Hati cermin permukaan suasana lahir. Suasana yang orang dapat melihat dan mengartikan apa yang ada dalam pikiran atau mungkin hati.
Menjaga suasana hati, sebentuk usaha yang mungkin mudah diucap tapi susah diejawantahkan. Manusia terlalu sempurna untuk hanya berfokus pada pemikiran tunggal, manusia merasa punya hak dan kewajiban bahwa segala bentuk pemikiran harus bisa dilihat dari segala aspek yang mungkin dan mencirikan ini adalah buah pikiran manusia bukan mesin. Kecenderungan berubah itulah manusiawinya. Suasana hati yang buruk (bad mood) sering mengacaukan sebuah usaha atau perjalanan dalam menggapai sesuatu. Terlalu sering berganti suasana hati dapat membingungkan  lingkungan yang tak memahami kondisi sebenarnya.
Bentuk usaha menjaga suasana hati beragam, seberagam sifat dan ego manusia. Dalam konteks komunikasi, membangun komunikasi yang intens dan santai, secara tidak langsung apa yang menjadi beban teringankan dengan obrolan yang ada. Berkomunikasi tidaklah harus bertatap muka karena kita sudah disandera oleh teknologi dan kemurahan internet. “Konek” menjadi kata yang menyatukan jarak dan rasa, menemani bukan berarti bersanding disamping tapi dengan “Konek” serasa 24 jam tanpa terpisahkan. Memang teknologi melunturkan silaturahmi, tapi ini mungkin transformasi konsep dalam berkomunikasi. Walau setiap orang berhati, tapi dalam menjaganya ternyata dibutuhkan hati yang lain untuk menjaga, walau hanya menjadi teman mengobrol atau mendengarkan. Ada sebuah proses pembelajaran dan pemahaman dalam konteks ini.
Dalam konteks diri sendiri, dengan berpikir positif dan berusaha memahami keadaan serta bersandar pada sang pencipta, menjaga suasana hati bukan hal susah.
Eh kata teman saya mengubah bad-mood menjadi good-mood, dengan makan coklat ?!” (maaf tidak bisa menyebut merk, karena ini bukan blog komersil).

Romantisme,..!


Romantisme adalah bagaimana suatu hubungan dimulai. kita mengharapkan pasangan kita mengirimkan kartu ucapan, memberi bunga, berbagi perhatian dan kasih sayang, tahap pembujukan dan lain-lain. tetapi terkadang romantisme bisa pudar, hal ini terjadi begitu sering yang nampak biasa saja dan alamiah

Tetapi mengapa hal ini bisa terjadi? bukankah kita semua memimpikan hubungan cinta yang abadi?bukankah kita berada dalam suatu hubngan dengan mengharapkan bahwa dia akan mencintai kita sepanjang hidupnya? Salahkah bila rasa romatis mulai pudar? tidakkah kita merasa bersalah ketika kita menginginkan untuk tidak menghabiskan waktu bersama pasangan kita? kapan kita tidak lagi penuh perhatian?salahkah saat pasangan kita tidak lagi melakukan hal-hal yang menyenangkan seperti yang biasa dia lakukan?

Hal in bukam bersifat alamiah bila rasa romantisme pudar atau bahkan mati dalam suatu hubungan. Bukankah romantisme merupakan suatu cara menghormati, menghargai dan mencintai masing-masing? ketika suatu romantisme akan pudar hal ini memberitahukan kita bahwawa perasaan kita masing-masing akan mulai pudar juga.
Hal ini sering terjadi dalam suatu hubungan yang singkat, kita kurang merasakan, dingin dan tertutup. Ada alasan2 mengapa kita merasakan pudar dalam suatu hubungan:
1.Kekecewaan Orang dan hubungan seringkali mengecewakan. Tidak ada cara mengulangi kembali Dalam tahap awal hubungan kita menempatkan pasangan sebagai suatu tumpuan. Setelah waktu berjalan, saat pasangan kita mengetahui lebih banyak sifat, kita mulai kecewa, dengan kekecewaan ini kita kurang merasa senang kurang bersemangat terhadap pasangan kita.
2. sakit hati Sakit hati sering terjadi dalam suatu hubungan, lebih sering terjadi dalam hubungan yang tidak begitu baik pada tempat pertama. Kita sakit hati pada janji yang tidak ditepati dan melupakan saat2 tertentu. Kita sakit hati oleh sesuatu yang diucapkan oleh pasangan kita. sakit hati membuat kita diam dan tertutup.
Cinta
Adalah saat kita memberdayakan sebuah cinta dan kasih sayang yang kita miliki dengan suasana hati yang bersih, pikiran yang jernih… Romantis adalah ketika kita mampu memberikan segala yang terbaik yang bisa kita berikan untuk orang-orang yang kita cintai.. Romantis adalah ketika kita mau menerima segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki orang yang kita sayangi Romantis adalah saat kita dengan penuh tulus hati menyerahkan apa yang kita miliki tanpa pamrih.. Romantis adalah saat kita menyuarakan dan mengekspresikan cinta kita tanpa kita harus meninggalkan pemikiran yang rasional Romantis adalah saat kita harus membuktikan diri kita akan sebuah kedewasaan cinta yang bisa saling membangun dan memotivasi hidup kita menjadi lebih baik dari kemarin..
Dan bahkan seringnya… aku bisa merasa saat-saat yang sangat romantis, hanya dengan sebuah pertukaran senyuman, dan hati yang menyatakan kejujuran dan ketulusan melalui mata sebagai jendela hati. Tanpa sentuhan fisik, tanpa lambang sebuah bunga atau coklat, tanpa kegiatan2 yang berhubungan dengan physical contact.
Romantis adalah saat aku menikmati sebuah aura kebahagiaan saat berdekatan dengan orang yang sangat aku sayangi, aura penyatuan dua buah hati tanpa berkata-kata.
Romantis, adalah saat aku memberikan pelukan yang hangat kepada teman2 semua, saat aku memberikan perhatian saat aku mendengarkan teman2 bercerita, mengalirkan berbagai bentuk jawaban melalui mata.. ekspresi senang, bahagia, kagum, khawatir, sedih, dan lainnya. Bahkan saat mataku berkedip.
Romantis, adalah saat aku memperhatikan mama yang tertidur nyenyak, merasakan keletihan yang tak terucap d sela nafasnya yang teratur.. Romantis adalah saat aku memperhatikan Bapak-ku sedang berzikir, dan asik mendengarkannya di tempat tidurnya sampai aku jatuh tertidur.. Romantis adalah saat aku pergi bersama keluarga bertamasya bersama-sama.. Romantis, adalah sat aku berdialog dengan Allah SWT, kapanpun aku mau, karena DIA selalu ada. Romantis ada dalam segala kehidupan kita,.. sekarang, tinggal bagaimana kita bisa melihat semua unsur romantis yang terjadi dalam hidup kita, dan kita mampu bersyukur atas semua kebahagiaan yang terselip didalamnya, bahkan saat saat yang tidak menyenangkan sekalipun.
Selamat merenungkan,..!

 

Menjaga Suasana Hati Tetap Positip

dipost pada: 27 November 2011

Emosi dan suasana hati adalah dua hal yang berbeda, namun keduanya selalu berjalan seiring. Suasana hati memengaruhi perhatian kita. Dan yang lebih penting lagi untuk diketahui, suasana hati akan menentukan apakah kita dapat menghadapi tantangan dan risiko atau menjadi kehilangan keyakinan dan optimisme.

Masyarakat secara umum dapat merasakan perbedaan antara suasana hati (mood) yang baik dan suasana hati yang buruk. Kita sering mendengar orang mengatakan: "Lagi bad mood nih..."; dan biasanya ungkapan seperti itu dikaitkan dengan kesiapan untuk melakukan suatu aktivitas.
Mereka yang suasana hatinya sedang tidak baik, biasanya enggan melakukan aktivitas yang memerlukan banyak energi fisik ataupun mental. Di sisi lain, orang yang suasana hatinya sedang baik, dapat kita bayangkan, ia melakukan aktivitasnya dengan riang, dengan perhatian penuh, dan siap membantu orang lain.

Kita secara umum juga dapat membedakan antara emosi positif dengan emosi negatif. Mengenai emosi positif kita cenderung menunjuk pada rasa senang, bahagia; dan mengenai emosi negatif kita cenderung menunjuk rasa sedih, marah, kecewa, dsb.

Bagaimana mengenai perbedaan antara suasana hati dengan emosi? Apakah dapat dinyatakan bahwa suasana hati itu berbeda dengan emosi; ataukah kita nyatakan bahwa suasana hati itu sama saja dengan emosi?

Telaah psikologi menyatakan bahwa dua hal itu tidak sama. Tentang suasana hati, seperti halnya emosi, memiliki peran penting terhadap kesejahteraan psikis kita. Khususnya suasana hati yang baik (positif) memberikan banyak keuntungan.

Tidak sama dengan emosi
Suasana hati tidak sama dengan emosi, namun para ahli kurang sepakat mengenai perbedaannya. Sebagian berpendapat bahwa suasana hati adalah bentuk emosi yang lebih lunak, dan sebagian lainnya melihat keduanya merupakan entitas yang berbeda, masing-masing melayani tujuan khusus.

Meski demikian, seperti dijelaskan oleh Compton dalam bukunya Positif Psychology semua setuju bahwa suasana hati berlangsung lebih lama, lebih global, dan lebih dapat menjalar (pervasive) daripada emosi. Fokus emosi adalah perasaan yang tampak secara cepat - namun juga mungkin tidak tampak - dalam respon terhadap peristiwa di lingkungan. Sementara suasana hati menjalar secara lebih merata dan dengan tone yang lebih stabil, meski lingkungan berubah.

Jadi, seperti yang kita lihat pada orang yang sedang marah atau sebaliknya sedang senang, emosi orang itu merupakan perasaan yang muncul sebagai reaksi atas suatu peristiwa yang dihadapinya. Emosi dapat menguat atau mereda dalam waktu yang cepat.

Sementara suasana hati berlangsung lebih lama dan dapat dipicu oleh keadaan emosi tertentu. Contohnya, ketika kita menerima berita kematian orang yang yang kita sayangi, tentu saja kita menjadi sedih/ berduka, dan selanjutnya kesedihan kita akan membuat suasana hati kita menjadi buruk sepanjang hari, bahkan mungkin berhari-hari.
Meskipun tampak berkaitan erat dengan emosi, suasana hati tidak selalu berkembang karena peristiwa emosional. Fluktuasi suasana hati sehari-hari juga berhubungan dengan ritme biologis.

Seperti kita ketahui, ada orang yang secara biologis merasa prima pada pagi hari dan merasa kehabisan tenaga pada malam hari; ada pula orang yang merasa prima pada malam hari setelah istirahat petang dan loyo pada sore hari, dll. Dalam keadaan biologis yang prima itulah biasanya kita mengalami suasana hati yang baik.

Suasana hati seperti halnya emosi, sebagian disebabkan bagaimana kita berpikir mengenai dunia. Contohnya, teman kita Rony tiba-tiba naik pitam ketika mengira dirinya dihina. Dalam hal ini Rony mengalami emosi marah.
Dalam suasana hati, proses pikiran mencakup bagaimana harapan kita mengenai potensi emosi positif atau negatif (yang kita alami) untuk masa depan kita. Contohnya, bila dalam kemarahannya Rony berpikir bahwa sepanjang hidupnya tidak ada orang yang menghargai dirinya, suasana hatinya menjadi buruk sepanjang hari.


Mengingat bahwa harapan menyangkut keyakinan pribadi, suasana hati tidak tergantung pada "fakta/kenyataan". Suasana hati Rony dalam keadaan buruk karena ia berpikir bahwa tidak ada orang yang menghargai dirinya.
Padahal, kenyataannya mungkin sajaa ada teman atau saudaranya yang sangat menghargainya. Meski tidak tergantung fakta, menarik bahwa suasana hati yang baik memberikan berbagai keuntungan bagi kesejahteraan psikis kita.

Keuntungan suasana hati positif
Riset mutakhir menemukan bahwa suasana hati dan emosi memiliki pengaruh yang meyakinkan terhadap berbagai proses psikologis, antara lain memori - perhatian - persepsi - dan pengalaman diri (self). Dari beberapa penelitian dapat disimpulkan bahwa khususnya kebahagiaan dan suasana hati positif, memungkinkan berkembangnya respon yang lebih adaptif.

Respon adaptif yang dimaksudkan antara lain meningkatkan altruisme (kecenderungan menolong tanpa pamrih pribadi), meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan, meningkatkan kreativitas, dan mengurangi perilaku agresi. Selain itu, suasana hati yang baik juga menghambat ingatan akan hal yang negatif. Suasana hati yang baik juga meningkatkan kualitas hubungan interpersonal dan kepuasan kerja.

Selain keuntungan-keuntungan tersebut, hasil riset juga menunjukkan bahwa terdapat efek suasana hati yang baik terhadap persepsi dan pengambilan keputusan, Seperti halnya terhadap memori. Dalam hal ini kita perlu mengetahui bahwa persepsi dan pengambilan keputusan dipengaruhi oleh memori yang diakses.

Padahal, seperti dinyatakan oleh Compton, bila suasana hati kita baik, kita mengakses data dari "surga"; sedangkan bila suasana hati buruk kita mengakses data dari "neraka".

Penelitian Bower telah membuktikan hal tersebut, yakni bahwa orang yang dalam suasana hati positif cenderung mengingat kembali pengalaman-pengalaman sukses yang pernah dialami, sementara orang yang dalam suasana hati negatif cenderung mengingat kembali pengalaman gagal yang pernah dialami.

Pengaruh suasana hati
Suasana hati memengaruhi perhatian terhadap diri sendiri. Khususnya suasana hati yang buruk, membuat kita memperhatikan pikiran dan perasaan kita sendiri. Seperti dinyatakan oleh Nolen-Hoeksema, ini sama dengan orang yang mengalami neurotisme yang cenderung obsesif memikirkan masalah/situasi.

Bagaimanapun, untuk suasana hati positif, hubungan antara suasana hati dengan perhatian terhadap diri sendiri ini tidak konsisten (Ingat, mood positif meningkatkan altruisme!, dan meningkatnya kesejahteraan berhubungan dengan menurunnya perhatian terhadap diri sendiri).

Seorang peneliti, William Morris, menyatakan sebagai berikut: fungsi dasar suasana hati adalah memberikan informasi kepada kita mengenai kecukupan sumber daya kita untuk menemukan kebutuhan saat ini atau yang akan datang. Bila suasana hati dalam keadaan baik, individu merasa dapat menghadapi tantangan dan risiko; dan bila suasana hati buruk, individu kehilangan keyakinan dan optimisme.

Simpul
Suasana hati tidak sama dengan emosi, namun emosi dan suasana hati selalu berjalan seiring. Suasana hati dapat dipengaruhi oleh emosi, namun juga dipengaruhi oleh ritme biologis.

Seperti halnya emosi, suasana hati dipengaruhi oleh bagaimana pikiran kita terhadap dunia sekeliling kita dan terhadap diri kita sendiri. Bila kita dapat mengendalikan diri untuk selalu berpikir positif dan menjaga vitalitas, kita lebih banyak mengalami emosi positif dan suasana hati yang positif.

Bila emosi kita senantiasa positif, berarti kita bahagia. Bila suasana hati lebih banyak positif, ini bukan saja merupakan pertanda bahwa kita bahagia, melainkan kita juga akan lebih efektif dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan, serta lebih mungkin mengalami kepuasan dalam bekerja.



SUASANA HATI (Kolaborasi)



berlayar dalam malam kelam
tanpa dayung tanpa kompas
jika ana ucapkan salam
jangan lupa antum balas
bunga mawar menarik hati
jangan disentuh karena berduri
jikalau cinta menusuk hati
cahaya kilat pun seperti pelangi
gemercik air di tepi Eufrat
dibendung oleh dam-dam tebal
kota Baghdad tampak sekarat
akibat Imperialisme global
masjidil Aqsa berdiri tegak
walau telah tua dimakan usia
zionis Yahudi semakin congkak
menjajah tanah palestina
ikan ditangkap dengan jala
bisa juga memakai jaring
akibat ulah tangan manusia
bumi terancam global warming
penduduk dunia semakin pusing
akibat panasnya suhu udara
hutan sumatra semakin ramping
tanda rusaknya paru-paru dunia

1 komentar: